Sabtu, 12 Maret 2011

Itu Aku (cerpen)

Seorang pria masih terduduk disebuah bangku dikoridor sekolah. Raut wajahnya terlihat letih dah sedih. Satu tangannya menenteng sebuah gitar akustik. Kemeja krem khas sekolahnya,sudah sangat berantakan. Berkali-kali ia menatap sebuah ruang tak jauh dari tempat ia duduk,ruang redaksi mading. Sudah 2 jam lebih,ia termenung disini ditemani terik mentari,mengamati dedaunan yg terbang lembut beberapa centi dari permukaan tanah karena tiupan angin,lalu kembali jatuh perlahan. Koridor ini sudah sangat sepi,semua siswa mungkin sudah kembali kerumah masing-masing.

"fuihhh" pemuda itu menghela nafas dan mengacak rambutnya,mungkin frustasi.
Ia kembali menunduk dalam,terpejam sejenak,menyembunyikan sorot matanya yg redup.

"rio?" seorang gadis mengagetkannya. Pemuda yg disapa rio tadipun mengangkat kepalanya dan tersenyum.

"kok kamu...." belum selesai gadis itu berbicara,rio telah berdiri menghampirinya,ia memetik senar gitarmya,perlahan ia berjalan menghampiri gadis itu. Gadis yg sudah hampir 1 tahun ini berstatus sebagai kekasihnya. Gadis manis dgn lekuk tubuh sempurna,rambut yg terurai indah dan senyum menawan.


Ribuan  hari  aku  menunggumu
Jutaan lagu  tercipta  untukmu
Apakah  kau  akan  terus begini
Masih  adakah  celah  di  hatimu
Yang masih  bisa  tuk  ku  singgahi
Cobalah  aku  kapan  engkau  mau

Tahukah  lagu  yang  kau  suka
Tahukah  bintang  yang  kau  sapa
Tahukah  rumah  yang  kau  tuju...
 Itu aku...

Coba keluar  di  malam  badai
Nyanyikan  lagu  yang kau  suka
Maka  kesejukan  yang  kau  rasa
Coba keluar  di terik  siang
Ingatlah bintang  kau  sapa
Maka  kesejukan yang  kau rasa

Tahukah  lagu  yang  kau  suka
Tahukah  bintang  yang  kau  sapa
Tahukah  rumah  yang  kau  tuju...
Itu aku...
Percayalah...  Itu   aku...



Rio menatap gadis itu,matanya seakan meminta suatu kepastian. Ia bernyanyi dgn tulus,berharap gadisnya ini mengerti apa yg ia maksud.


Sejenak keduanya terdiam,angin semilir mengusik keheningan yg tercipta.

"mm..makasih" seru gadis itu lirih.
"untuk?"
"lagunya"
"oh..oke. Kamu kenapa sih,udah 2 minggu ini kamu terus jauhin aku. Reject telepon,smsm juga gak dibales,malah kadang nomer kamu gak aktif" tanya rio lirih
"aku cuma itu,aku.."
"kamu capek ya,ngadepin aku? Maaf ya"
"nggak yo,bukan gitu."
"trus kenapa?" tanya rio lembut,gadis itu menunduk.
"salah aku apa?" tanya rio,telunjuknya mengangkat dagu gadis itu,dan menatap matanya tajam.
"cukup yo,cukup. Kamu jangan mojokin aku kayak gitu" bentak gadis itu.
"makanya kamu bilang donk,kamu kenapa?"
"sorry,aku gak mau ngebahas ini sekarang" jawabnya singkat lalu pergi. Baru beberapa langkah,rio berteriak. "EGOIS,KAMU EGOIS TAU GAK?? Aku udah lama Nungguin kamu. Nunggu supaya bisa ngomong sama kamu,selama ini kamu ngehindar,KAMU EGOIS TAU GAK??" rio tampak emosi,gadis itu berbalik.
"apa kamu bilang? Nunggu? Oh,jadi kamu sekarang ngomongin waktu sama aku,yo. Iya??" tanya gadis itu.
"2 minggu lalu,kamu janji nonton sama aku, 3 jam yo,3 jam aku tunggu kamu,tapi kamu batalin gitu aja,minggu lalu ulang tahun aku,aku nungguin kamu seharian dicafe,tapi kamu bilang gak bisa,dan 3 hari lau,aku pengen ngomongin hubumgan kita,tapi apa?? BAND LO,SELALU BAND LO,IYA KAN?? Yo,aku tu butuh kamu disamping aku,bukan cuma suara kamu yg kamu kirimin tiap malem,bukan yo,bukan itu. Aku mau marionya aku." gadis itu berteriak sambing menangis,kekecewaan yg lama mengendap,skarang terkuak habis.

Untung sekolah sudah sepi saat itu,jadi pertengkaran sepasang kekasih ini tdk begitu mengundang perhatian.

"tapi kan,kamu seharusnya ngertiin aku,sedi...."
"selalu yo,aku selalu ngertiin kamu,aku selalu sayang sama kamu,tapi aku capek yo,capek. Alvin aja selalu ada waktu buat via,padahal dia satu band kan sama kamu."
"tapi aku kan leadernya.."
"TRUS APA MENURUT LO,GW BANGGA,LO YG EGOIS,TERSERAH,LO MAU MILIH BAND LO,ATAU APAPUN,TERSERAH LO,GW GAK PEDULI" gadis itu pergi dgn marah.
"fy,IFY,IFYYY" rio memanggil-manggil nama kekasihya itu. Sejenak ia,berfikir untuk mengejar ify,tapi entah mengapa kakinya beku. Benarkah tadi yang ify bilang 'capek'. Benarkah ify udah capek,jalanin semua,akankah kisahnya dgn ify berakhir??


-----------


Seminggu kemudian

tidak ada yg berubah,meski waktu terus menggulirkan detik,yg berubah menjadi rajutan menit,rangkaian jam dan perlahan beranti hari. Ify dan rio,belum juga melontarkan maaf. Sahabat-sahabat mereka sudah berulang kali mencoba mendamaikan perang dingin antara keduanya,tapi nihil.

Sampai tiba suatu sore,saat itu mendung sudah bergelayut diawan,mencurahkan hujan dgn derasnya. Angin berhembus kencang,menggoyangkan pucuk-pucuk cemara disebrang jalan. Langit berwarna kelabu pucat,seperti wajah rio yg sejak tadi siang berdiri dibwah guyuran hujan.
"IFY,MAAFIN AKU FY, PLISS" teriak rio,tapi tak ada respon,jendela kamar di lantai 2 rumah mewah itu pun terus tertutup.

Rio memutuskan untuk terus menunggu,ia merasa bersalah dan ingin segera memperbaiki hubungannya. Beberapa waktu berselang,rio sudah basah kuyup dan menggigil. Tak lama,sebuah mobil sedan hitam meluncur kearahnya.

"rio,ngapain kamu disini?" ify segera keluar dari mobil itu dan segera menghampiri rio,tak urung dress birunya pun ikut basah kuyup ditempa air hujan.
"ify ngapain sih ujan-ujanan?" seorang cowok manis,menghampiri ify dan memayunginya.
"siapa dia?" tanya rio getir,meski badannya terasa dingin membeku,tapi hatinya serasa dipenuhi api yg berkobar.
"gw debo,cowoknya ify." jwb cowok itu,rio terdiam butuh waktu yg lama baginya untuk mencerna pernyataan debo.
"oh gitu ya,yaudah maap fy gw ganggu. Selamat sore alyssa,permisi" kata rio sinis.
"yo,rio tunggu,rio biar aku jelasin,MARIO.." ify berlari mengejar,tapi rio terlanjur menjauh.
"ify,dia siapa?" tanya debo.
"gw mau masuk" jwb ify singkat,lalu masuk kedalam rumah,tanpa peduli pd debo yg masih tampak bingung.
Air matanya sudah bersaing dgn derasnya hujan yg turun diluar sana.
"non" sapa pembantu ify.
"kenapa bi?".
"tadi ada den rio,nungguin non ify lama bgt,sampe kehujanan diluar,bibi bilang non ify gak ada,den rionya gak percaya. non ify udah ketemu?"
" udah"
"kok gak diajak masuk non?" bukannya menjawab ify malah melengos pergi kekamarnya ingin segera membenamkan wajahnya,menumpahkan air matanya pada bantal.

Setelah ia memasuki kamar,tak lama Handphonenya bergetar.

1 new message

from : via 'sista'

KETERLALUAN LO !!! Rio itu sepupu gw.
Jangan pernah bilang lo sahabat gw. Lo gak tau rio tu sayang bgt sama lo.
Pengkhianat lo,fy. Gw tutupin kebohongan lo selama ini,lo bilang debo cuma masa lalu lo.
Kita semua dipihak rio dan lo sendiri,LO SENDIRI.
KITA BAKAL CARIIN GANTI LO,BUAT RIO YG SERIBU KALI LEBIH BAIK DARI LO,PENGKHIANAT.


Tangan ify bergetar hebat,benarkah apa yg dibacanya tadi?
Sivia sahabatnya juga ikut memusuhinya? Kenapa? Kenapa harus ify yg Yang disalahkan?

"rio selalu lupa sama gw,apa salah kalo sekarang gw nemuin kebahagian dan lebih milih debo" batin ify. Ia terlalu sibuk menangis,hingga ia samapai lupa berganti pakaian dan tertidur dengan dressnya yg basah.

Esok hari,sinar mentari memaksa masuk kekamar ify dari jendela yg ternyata belum ditutup gordennya semalam oleh ify. Ify terbangun,saat matanya perlahan terbuka,ia mendapati satu tangkai anggrek,bunga favoritnya,tergeletak bersama sebuah kaset. Ify tdk bersemangat untuk menyetelnya,hari ini hari minggu,seharian ify menghabiskan waktu didalam kamarnya.
Kadang ia tersenyum mengenang indah,masa-masa bersama rio,lalu senyumnya memudar saat mengingat pertengkaran kemarin.
Setelah mentari hampir tenggelam,terdengar ketukan halus dipintu kamarnya.
"fy,tadi debo telepon" seru suara mamanya dari balik pintu. Ia baru sadar,ada janji dgn debo malam ini.
Saat hendak mandi,pandangan ify tersita oleh sebuah kaset yg diterimamanya tadi pagi.

"kaset apaan ya??" gumamnya,ia segera menyetel kaset itu.

sedetik kemudian suara itu menyapanya,suara yang sangat ia kenal,suara yang selalu menghantarkannya dalam mimpi indah setiap malam,suara orang yang tanpa sengaja telah ia lukai..


setelah  kupahamiku  bukan  yang  terbaik  yang  ada  di  hatimu
tak  dapat  kusangsikan  ternyata  dirinyalah  yang  mengerti  kamu
bukanlah  diriku..
kini  maafkanlah  aku
bila  ku  menjadi  bisu  kepada  dirimu
bukan  santunku  terbungkam  hanya  hatiku  terbatas
tuk  mengerti  kamu
maafkanlah  aku...

walau  kumasih  mencintaimu
ku  harus  meninggalkanmu
ku  harus  melupakanmu
meski  hatiku  menyayangimu
nurani  membutuhkanmu  ku  harus  merelakanmu

dan   hanyalah  dirimu  yang  mampu  memahamiku
yang  dapat  mengerti  aku
ternyata  dirinyalah  yang  sanggup  menyanjungmu  yang  lama  menyentuhmu
bukanlah  diriku

walau  kumasih  mencintaimu
ku  harus  meninggalkanmu
ku  harus  melupakanmu
meski  hatiku  menyayangimu
nurani  membutuhkanmu  ku  harus  merelakanmu


Ify tertegun,tanpa diperintah air matanya tercurah tandas dipipinya,memori indah tentang pangeran hatinya itu pun tersusun kembali dalam ingatannya. Rio...
Ify ingat betul saat pertama kali rio menyatakan perasaannya,waktu mereka menjadi pasangan romeo n' juliet dlm drama musikal sekolah.
Lalu saat rio dgn konyol mati-matian belajar basket,hanya karena ify blang ia suka cowok pemain basket. Atau saat dgn bodohnya rio mencarikan es krim rasa ketan item,yg jelas-jelas gak ada,cuma gara-gara mau menuhin syarat ify sbg tanda permintaan maaf.
Banyak hal yg telah rio lakukan untuknya,tp dgn jahatnya ia selingkuh,hanya karena rio sibuk akhir-akhir ini.

Fy,,

suara rio terdengar menyapa ify dlm kaset itu.

Nona alyssaku..
Kamu benar fy,bukan,bukan cuma suara aku yg kamu butuhkan.
Maaf fy,maaf,karena aku gak bisa jadi cowok yg baik buat kamu.

"gak yo,kamu baik bgt yo,aku yg salah" bela ify dihatinya.
Suara rio tetap  terdengar dari kaset yg diputar ify.

Makasih ya fy,karena kamu udah mau sabar ngadepin aku selama ini.
Aku gak akan nyalahin kamu atas pilihan kamu,aku tau,harusnya aku sadar dari dulu,kamu terlalu berharga untuk selalu dinomor dua kan.
Kamu terlalu berharga buat nunggu,aku gak sadar bahwa diluar sana akan banyak cowok yg siap bahagiain kamu lebih dari aku.
Aku bodoh,dan karna kebodohan aku,aku memilih pergi.
Aku pamit fy,bukan karna aku pengecut. Bukan juga untuk lari,tapi aku takut. Takut,aku akan semakin sulit melepas kamu,kalo aku tetep disini.
Aku juga gak akan pernah bisa liat kamu bahagia sama orang lain.
Malam ini,aku berangkat ke aussie. Jaga diri kamu baik-baik ya,simpen kaset ini sbg kenang-kenangan dari aku. Semoga kamu selalu bahagia...


Kaset itu berhenti,ify termenung. Keyakinan bahwa debo lah cintanya,kini runtuh. Ia ragu,ntahlah,ntah debo yg datang dgn sejuta sanjungan,dgn sikapnya yg romantis. Atau rio cowok nyebelin yg sangat tulus menyayanginya. Ia melangkah dgn lunglai kekamar mandinya.
Malam ini?! Secepat itu kah??
Ya,kisahnya dgn rio memang telah tutup buku,dan disisinya sudah ada debo,tapi mampukah debo menggantikan rio,menggeser posisi rio yg telah bertahta dihatinya selama 1 tahun ini.


---------


Di cafe

ify hanya mengaduk-aduk makanannya,fikirannya terus melayang kemasa-masa dibelakang,masa tentang sosok itu,sosok yg lbh senang memberinya buku dibanding coklat atau bunga.
Sosok yg lbh senang mengajarinya bermain gitar dibanding nonton,sosok yg mengucapkan selamat malam dgn caranya sendiri,mengirimi ify suara indah lewat ponsel.
Sejenak ify merasa matanya panas,ia mencoba mengalihkan pandangannya dari debo yg duduk dihadapannya dan terus menatap kearahnya. Matanya menyapu seluruh bagian cafe ini,ia baru menyadari ternyata cafe ini,cafe favoritnya dgn rio,cafe bernuansa alam alami. Teratai mengapung indah di kolam didepan cafe,bunga-bunga mawar berderet menghiasi jalan setapak,bahkan saat melirik kearah pintu,ia seperti melihat rio sedang tersenyum,membawa seikat anggrek seperti malam dinner mereka yg pertama,dulu.

"hiks,hiks,hiks" ify terisak.
Sekuat tenaga ia menahan air mata penyesalannya,tapi takmampu..

Bukan,ternyata bukan ini yang ify mau,bukan pujian,bukan perlakuan istimewa,bak seorang putri,bukan adegan-adegan romantis seperti dlm novel.
Ify lbh suka ke danau liat ikan,maen layangan dipadang ilalang,membaca buku ditaman,main piano,asal semua itu dikakukan bersama rio,semua jadi istimewa. Dan itulah,itulah yg ify rindukan,RIO.

"kamu kenapa fy?" tanya debo lembut.
"gak ppapa kok" ify menghapus air matanya.
"aku duluan,debo" ia mengambil selempang ungunya,lalu tergesa keluar cafe dan pergi dgn taksi.

"ify,ify..fy..." debo berteriak memanggil ify,ia berlari menuju mobilnya dan mengikuti taksi ify.

Taksi biru ify berhenti tepat disebuah bandara,ify melirik jam tangannya,pukul 19.25.
Ify segera keluar dan berlari ke dalam bandara,berkali-kali ia mengedarkan pandangannya,mencari sosok rio dikerumunan orang dgn koper-koper ditangan mereka.

"lo mana sih,yo??" gumamnya resah dan gugup.

Ify akhirnya menyerah,mungkin ia terlambat. Letih,ify pun terduduk lemas,kedua tangannya menutup wajahnya yg dibanjiri air mata.
"rio..hiks..rio" isaknya.
"apa fy??" jwb rio yg entah sejak kapan telah berdiri didepan ify.
"rio" ify mengangkat wajahnya.
Ia lalu memeluk rio erat,seakan tak mengizinkan rio sedikitpun beranjak dari sisinya.
"maafin ify,yo"
"udah,gak ppapa kok" jwb rio lembut.
"kamu mau kemana yo?" tanya ify setelah melepaskan pelukannya
"aussie fy,aku mau ngelanjutin study ku disana" jwb rio.
"trus??"
"trus apa?"
"hubungan kita gmana?"

keduanya kembali terdiam,bingung. Rio sama sekali tdk siap membicarakan ini langsung dgn ify,ia blum siap kehilangan gadisnya itu.

"aku gak akan pergi,kalo aku denger dari mulut kamu sendiri,bahwa kamu sayang dan mau aku tetep tinggal" kata rio sebagai jawaban dari pertanyaan ify tadi.
"IFY.." seru debo yang baru datang,setelah tadi sempat kehilangan jejak taksi ify.
"debo.."
"dia sebenarnya siapa sih,fy" tanya debo gusar.
"debo,seben..."
"fy,aku gak suka sikap kamu yg kayak tadi." potong debo.
"pergi gitu aja,ninggalin aku cuma buat nemuin cowok ini,iya,gitu fy?!" kata debo sambil Menatap sinis pada rio.
"rio ini sebenernyaa..."

"RIO AYO NAK,CEPET." panggil bunda amanda,ibunda rio.
"yaudah fy,gw pamit ya.." rio mengacak poni ify,lalu tersenyum. Rio menyeret kopernya,dgn hati yg pedih akhirnya ia harus pergi.. Ify menatapnya dgn tatapan ragu.

"tante manda.." teriak ify sambil berlari kecil.
"iya,kenapa fy?"
"ify,mau minta izin,tan. Ify mohon izinin rio tetep tinggal disini,nemenin ify" pinta ify sambil melirik kearah rio yg kini tersenyum lega.
"iya cantik tante izinin,lain kali,jangan ngambek-ngambekan lagi ya,kalian kan udah gede" nasehat tante manda,ibunda rio ini memang sangat menyayangi ify.
"makasih tante" tante manda mengangguk..


lalu ify berjalan kearah debo.

"debo,rio itu pacar aku,sebenernya kamu,mmm..."
"ya,gw ngerti maksud lo fy." jwb debo,ia lalu menghampiri rio.
"maap ya,bro. Gw udah ganggu hubungan lo berdua"
"gak ppapa kok" jwb rio sambil menepuk bahu debo.

"rio" panggil ify,rio tersenyum lalu menghampiri ify dan memeluknya.
"i love u, mr.busy" bisik ify.
"love u too" balas rio.

"EKHMM,mupeng deh gw" celetuk debo.
"HHAHAHAHAHA" rio dan ify tertawa kompak.

Tante amanda,yg menyaksikan kejadian itu dari jauh hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu berguman.

"jadi inget waktu muda" 


"dalam hidup..bukan sosok yang sempurna yang harus dicari,tapi sosok yang bisa menyempurnakan kehidupan kita.. hingga terdapati kebahagiaan yang hakiki."


THE END

Si Ganteng Kalem (cepen)

"kiri-kiri-kiriii" teriak seorang gadis,sambil bersungut-sungut ia turun dari public transportasion a.k.a angkutan umum.
Ia menyodorkan uang seribu perak,kearah supir.

"neng,neng" panggil si supir.
"apa? Mau ngajak dangdutan?" sentak gadis itu.
"bukan neng,ini ongkosnya kurang neng"
"ye,si abang,saya kurang ibadah aja,tuhan gak protes kok,lagian gara-gara angkot abang yg jalannya,kayak banteng mabok,liat ni rambut saya jadi berantakan" gerutu gadis itu.
"ye,kagak mau ngasih ya udah,kagak usah pake ngatain soulmate saya dong" balas si supir sambil menggas kembali mobilnya.

Gadis itupun bergegas,ia memasuki halaman sebuah gedung bercat hijau cerah dgn tiang bendera tegak menyongsong sang dwiwarna.
SMAN 1 BANDUNG..


pagi itu sangat cerah,awan biru bergerak mengitari mentari pagi yg berpendar hangat,bau embun basah masih menyeruak diantara kepulan asap yg sudah mulai menyebar. Barisan pohon asoka mulai menggugurkan bunganya yang berwarna orange cerah.
Gadis tadi masih merapikan rambutnya yg hitam panjang tergerai.

"via" panggil seseorang,pada gadis yg ternyata bernama via tadi.
"ekh,lo fy" balas via pada ify gadis manis dgn dagu runcing yg tadi memanggilnya,kini ify berlari kecil kearahnya.

"hapalan PKN 7 halaman lebih 246 kaliat 97 kata,ditambah matematika,drama bhs.inggris plus praktikum kimia. Menurut lo,apa kita hari ini bisa balik dlm keadaan sehat wal'afiat?" tanya ify dgn tampang nelangsa.
"ntahlah,makanya tadi gw udah bikin surat wasiat,sebelum pergi kesekolah" jawab via,matanya menerawang.
"ide bagus" ify mengangguk.
mereka lalu kembali berjalan menuju kelas mereka.


Dikelas


"pagi girls" sapa ify dan via kompak.
"pagi via,pagi ify" jwb shilla dgn nada lirih khas orang mau meregang nyawa.
"pagi,sob" balas agni singkat.
"jah pada kenape lo pada? Patah hati gara-gara JB nembak gw" celetuk ify,sambil memainkan anak rambutnya dgn jari telunjuk.
Shilla dan agni saling berpandangan dgn tatapan 'hancurlah masa depan kita'. Mereka lalu kompak mengangkat selembar kertas dgn tulisan angka 2 besar sekali berwarna merah.
"hah?" via mendekat mulutnya
"hhahaha,mama kalian bakal seneng,karena kalian bawain bebek tuh,buat makan malem,hhahaha.." ify tertawa.
"diem deh lo,ipot,liat ni ulangan lo" shilla sewot,sambil menyerahkan selembar kertas pada ify,ify menerimanya,lalu tersenyum.
"biarinlah,buat tambah koleksi tongkat nenek gw" ia lalu memasukkan kertas ulangannya kedalam tas.
"kamu dpt berapa vi?" tanya agni.
"gak jauh beda,gw dapet 4" via tersenyum miris.

Ify,shilla,via dan agni memang sudah lama berkawan,keempatnya memang kurang begitu pandai dalam MIPA,mereka mengambil jurusan IPA juga karena paksaan orang tua masing-masing.

"kalo begini terus,kita bakal dipecat jadi anak" gerutu via.
"tuhaann,aku mohon,kirimkanlah pangeran ganteng yg pinter buat ngajarin hambamu yg manis ini" ify berdoa.

Ketiga temannya kompak menggeleng dan bersabda..
"aduh,ozann"



"bu winda datang" seru seorang siswa.

Tak berapa lama bu winda masuk,semua anak langsung ternganga,melihat penampilan baru
bu winda yg pake rok mini dan highheels *bener kagak tuh nulisnya* 20 cm,ckckck.

Tapi sebenernya bukan itu yg membuat semua anak terpana,bu winda sih,mau pake rok mini kek,baju besi kek,pake koteka,pake daun pisang kek,emang ngefek,gak ngurus gak mikirin.

"cakep"
"so cute"
"manis bgt"

semua anak cewek langsung semangat berkomentar tentang sosok setengah manusia setengah malaikat (?) berjalan dibelakang bu winda.
"ekhm" bu winda berdehem "pagi,anak-anak hari ini kalian kedatangan teman baru,silahkan perkenalkan diri kamu" perintah bu winda.
"halo temen-temen" sapanya.
"halooo"
"kenalin nama saya Mario Stevano Aditya Haling,kalian bisa panggil saya rio,vano,atau adit,terserah kalian,enaknya gimana"
"kalo panggil pangeran boleh?" tanya shilla malu-malu.
"woooo" anak-anak menyuraki,rionya hanya tersenyum kalem.
"rumah saya dijalan asia-afrika"
"ohh,bukan di gw,yo?" celetuk ify,sambil pasang tampang mupeng stadium akhir.
"seneng bisa kenalan sama kalian,mohobantuanya ya.." rio merunduk sedikit lalu tersenyum.
"baiklah rio,silahkan duduk disebelah ozy"
"bu,kok gak ada season tanya jawab?" protes agni.
"tanya jawab? Kamu kira ini acara mamah dan aa',curhat dong" ejek bu winda,sambil berbalik.


Dubragg

"aduh" bu winda jatoh,keserimpet sepatunya.
"hhahahaha" tawa anak-anak.
"DIAMM" teriak bu winda.

Pelajaran pun akhirnya dimulai,tp tak satupun dari siswa cewek yg memperhatikan.

"angel" tegur bu winda,yg menangkap basah kuyup(?) angel sedang tersepona memandang rio.
"iya bu" angel gelagapan
"coba sebutkan,manfaat mempelajari trigonometri dlm kehidupan sehari-hari?"
"mmh,untuk anu bu,itu,untuk seperti anu,mengungkapkan perasaan" jawab angel asal,bu winda mendelik.
"misalnya gini bu,aku sama rio itu sin 90 derajat,aku tanpa rio itu cos 90derajat dan kekaguman aku pada rio itu tan 90derajat,gitu bu" jelas angel susah payah.
"maksudnya??" bu winda bingung.
"sin 90 itukan 1,cos 90 itu nol dan tan 90 itu tak terhingga. "
"jadi" ozy menyela "maksudnya angel sama rio itu satu,angel tanpa rio itu kosong,dan kekaguman angel pada  rio itu tak terhingga"
"sip betul sekali" angel mengangguk puas.
"hoeks" anak-anak yg lain tiba-tiba saja ingin muntah massal.
 Rionya mah Cuma senyum doank....
 Yaolloh,cuma senyum doank.

"angel kamu itu..."



tet tet tet

baru saja bu winda ngambil ancang-ancang mau berkicau,ekh udah bel istirahat,selamet dah tu si angel.

"ekh,ekh,kenalan yuk sama dia" ify semangat banget ngajak temen-temennya kenalan sama rio.
"lo kagak liat noh" kata agni menunjuk kearah meja rio yg sekarang udah disabotase sama cewek-cewek ajaib penghuni kelas ini.
"akh itu sih gampang,liat ni ya" shilla berjalan kearah merela,lalu mengambil nafas dalam-dalam..

"WOII,ADA DANIEL RADCLIFFE NARI BALLET DIKANTINN" semua anak sontak terdiam,beberapa detik kemudian mereka dgn cepat berlari keluar kelas.
"beres" shilla bangga.
"bagus shill,pertahankan" puji via. Mereka lalu menghampiri rio yg kini duduk tenang disuduk kelas.

"hhai rio,kita belum kenalan,gw shilla"
"gw ify"
"aku sivia"
"gw agni" bergiliran mereka menjabat tangan rio dan memamerkan senyum terbaik masing-masing.

"gw rio,seneng kenal sama kalian" balas rio.
"apalagi gw yo,seneng kuadrat dah" batin ify.

Tiba-tiba terdengar derap langkah tergesa menuju kelas.
"roman-romannya kita bakal diserang ni?" celetuk agni.

"SHILLAA mana danielnya,ada juga mang tarjo lagi nari jaipong" protes acha.

"teman-teman...kabuurr" shilla dan yang lain jelas langsung kabur sebelum meletus perang dunia III.


Sepulang sekolah


"sstt,stt,ada rio tuh" kata shilla
"nah,kesempatan gw ni" kata ify. "mau ngapain lo,fy" tanya agni.
Ify tdk menjawab,malas terus berjalan kearah rio yg sedang asik jalan sambil baca bukunya.

Brugg

"auww" rintih ify.
"aduh sorry,lo gak ppapa kan??" tanya rio.
"enggak kok" jwb iey manis,ia mengedipkan sebelah matanya ke arah teman-temannya.
"oh,syukur deh. Yaudah,gw duluan ya fy" rio pergi.
"ekh,ekh,tapi kan,lho?? Rio,rioo" rio tetap berjalan menjauh. Shilla,sivia dan agni menghampiri ify.

"hhahaii jatoh bu?" ledek agni.
"huuhh,gak bakat lo fy,liat gw nih."
sivia mulai berjalan anggun,menghampiri rio yg saat ini terlihat tengah asik membaca mading sekolah.

"uupss" sivia menjatuhkan sapu tangannya.
"ambil donk,ambil,ayo ambil" batin via,kemudian ia berbalik ternyata rio memang mengambil sapu tangan via,tapi dgn jijik-jijik,rio hendak membuangnya ketempat sampah.
"ekh,ekh,jangan. Itu punya gw" cegah sivia.
"oh sorry,gw gak tau,gw kira sengaja dibuang" via manyun,ia bisa melihat ketiga temannya terkikik mengamatinya.

"hhaii rio" sapa mereka ketika menghampiri via dan rio.
"hhai juga,ekh boleh nanya gak?"
"tanya apa yo? Boleh kok" balas agni.
"disini ada ekskull apaan aja sih?"
"oh,ada basket,ada futsall,musik,teater,pecinta alam,banyak deh" jawab shilla.
"mmhh,kalo fotografi ada?"
"ada yo,tapi kurang banyak peminatnya,ekskullnya gak asik,anak-anak yg populer gak ada yg ikut ekskull itu, iya kan??" ify meminta pendapat,teman-temannya mengangguk setuju.
"emang rio mau ekskull apa? Musik aja,nanti bareng kita-kita- saran via.

"fotografi,gw hobi motret" jawabnya kalem,lalu pergi,sambil melambaikan tangan kanannya.

shilla,sivia,ify dan agni,kompak bercengo ria..
"kita salah ngomong kayaknya" celetuk via.


Keesokan harinya.

Hari ini ulangan bhs.inggris,pelajaran yg paling rio benci *ceritanya*.
Rio udah gelagapan aja,mengingat waktunya tinggal 15 menit lagi.

"sstt,sstt" rio bergumam pelan pada meja dibelakang,tempat agni dan shilla.
"nomer 5 dong" pinta rio.
Dengan semangat shilla menuliskan jawabannya dan menyodorkannya pada rio.

"SHILLA,LO APA-APAAN SIH?" sentak agni,semua menoleh ke arah mereka.
"rio kan nanyanya sama gw,kok lo yg ngasih jawabannya?" protes agni.
"aduh,mampus gw" batin rio.
"ye lo kePD'an,orang rio nanya sama gw" balas shilla.
"rio tu minta jawabannya sama gw,iya kan Vi?" agni mencari dukungan.
"meneketehe"
"lo sama gw kan pinteran gw" ejek shilla.
"HHEI,ada apa ini,jangan ribut" tegas pak toyib (?)
"ini sir,rio kan mau nanya sama saya,ekh makah si alay ini yg ngasih jawaban" jelas agni.
"apa lo bilang?" sentak shilla.
"KALIAN BERTIGA,IKUT BAPAK" teriak pak toyib menggelegar memekak telinga dan meluluh lantakan gendang telinga setiap anak *lebe



dilap. Upacara

"rio maap ya,gara-gara kita..." shilla menunduk.
"gak ppapa kok,salah gw juga" jawab rio kalem.
"salah gw minta bantuan sama orang kayak lo pada" batin rio.


Tiba-tiba



Brugg


agni terjatuh

"ag,lo kenapa??" shilla panik,rio dgn segera berlari ntah kemana.
"asik,pasti gw bakal digotong sama rio" batin agni yg ternyata,pura-pura pingsan,dan beberapa menit kemudian..

byuurrr

"aarrgggh" agni tersentak,air satu ember bekas cucian piring mengguyur tubuhnya.
"akhirnya lo sadar juga" hela rio,agni manyun.
"sadar sih sadar,trus baju gw,gimana nih" gerutu agni.
"yaudah nanti gw pinjemin jaket gw" kata rio.

"ahhahaii,kalo gitu sih disiram bekas air mandi kebo juga gak jadi soal" seru agni dlm hati.



Sepulang sekolah

"hai girls" sapa rio
"hhai rio"
"ekh,ntar maldm dateng ya,ke party dirumah gw" kata rio.
"oh,lo ultah yo?" tanya ify.
"nggak kok,cuma sekedar acara syukuran aja,sekalian biar kalian semua juga tau rumah gw" jawag rio..
"ohh gitu,tenang kita bakal dateng kok" jawab agni..
"yaudah thanks ya,gw duluan,daahh" pamit rio
"dahh rio"


"ekh,ekh,dengerin. Gw punya firasat,di acara party nanti malem rio bakal milih salah satu dari kita buat jadi ceweknya" bisik ify pada ke 3 sobatnya,saat rio mulai menjauh.
"masa sih?" tanya shilla ragu.
"woyadong,gw yakin,hhehe" jawab ify mantap.
"yah,berharap dikit gak ppapa kali ya,siapa tau dia pangeran yg dikirim tuhan sbg jawaban doa kita selama ini,pinter,baik,cakep,perfect" tambah sivia.





Malam harinya



pesta dirumah rio malam itu berlangsung sangat ramai,halaman belakang rumah rio disihir menjadi tempat party yg sangat menakjubkan,kolam renangnya dihiasi lilin yg mengapung tenang,pohon-pohonnya dihiasi beberapa lampu kecil kelap kelip,tangga-tangga batu dihiasi barisan lilin putih yg indah.

Semua larut dalam suasana pesta rio,beberapa teman rio dari sekolah lamanya juga turut hadir. Pedar bintang dan cahaya bulan yg sempurna menambah lengkap acara malam ini.

"rio mana ya" tanya via

shilla,sivia,ify dan agni sudah tiba dilokasi (?) keempat gadis ini sekarang terlihat sangat cantik dgn dress masing-masing,rambut mereka dibiarkan tergerai lurus membingkai paras ayu mereka.
"ekh,itu rionya dateng" tunjuk ify.
"hhai semua" sapa rio.
"hhai juga rio" jawab mereka kompak.
"oh iya,kenalin ini dea,cewek gw" rio mengenalkan cewek yg digandengnya,seorang cewek manis dgn dress ungu membalut tubuh langsingnya.

Shilla,sivia,ify dan agni ternganga.

"aku dea,seneng bisa kenal kalian" dea memamerkan senyum manisnya.
"yaudah,gw sama dea,ke tamu yg lain dulu ya" pamit rio.

"gw penge mati aja" agni putus asa.
"jerawat gw pasti tumbuh banyak bgt besok" keluh sivia.
"sia-sia deh gw dandan berjam-jam" rengek ify.
"kayaknya gw bakal pindah aja deh ke london,minta balikan sama daniel radcliffe" celetuk shilla *hhaha,kasian shilla,danielnya kan udah jadian sama aku*

keempatnya sdkarang terduduk lemas dikursi masing-masing,meratapi nasib mereka yg sangat buruk sampe tdk bisa diutarakan lewat kata-kata (?)

"hhaii,girls" sapa seorang cowok
"hhaii,hhaii,hhaii,gak tau gw lagi kesel apa,gw makan juga dah ni orang" gerutu shilla.
"shill,shill" ify menyenggol-nyenggol shilla.
"apaan sih"
"liat.." shilla mengankat kepalanya..
"OMAIIGOTT" seru shiilla.
"tuhan aku gak jadi mati deh" ralat agni,.
"boleh kenalan kan??" tanya salah seorang cowok.
"boleh banget" seru via sambil mengulurkan tangannya..


merekapun akhirnya berkenalan. ternyata yang menghampiri mereka tdi itu adalah sobat-sobat rio,anak fotograpi.

beberapa saat kemudia setelah asik ngobrol=ngobrol sama pasangan masing-masing,mereka kembali duduk berkumpul..

"iel gak kalah manis dari rio,udah gitu dia juga pinter Matematik" kata via.
"alvin juga gak kalah keren dari rio,udah gitu pinter kimia pula" ucap shilla.
"tak ada rio,debo pun jadi,hhehe.. debo juga pinter fisika lho" pamer ify..
"cakka,ya.. gak seberani rio sihh,tapi so cute.. gw gemes bgt sama dia,dan dia juga pinter biologi" tambah agni.


"ekh,tunggu deh" kata shilla
"matematika" shilla menunjuk sivia
"fisika" shilla menunjuk ify
"biologi" shilla menunjuk agni
"dan kimia" ia mengarahkan telunjuknya kedepan wajahnya..


sesaat mereka terdiam



krik,krik,krik..






1





2





3



"AHHAHAHAHAHA" mereka kompak tertawa..
"bukan cuma bisa date bareng,tapiii...." kata ify.
"JUGA BISA BELAJAR BARENG,yeeeee" seru mereka kompak..